Senin, 21 September 2015

100 Kata-Kata Mutiara Pendek Kisah kities




Nama kities wenda

Tptl. Wume, 04, Mey 1993

Lulus Sekolah SD 2006

Lulus SMP 2009Lulus SMA 2012

l
Belajar Surya University kota tangerang banten.















100 Kata-Kata Mutiara Pendek


“Renungkanlah bahwa hidup ini sesungguhnya indah. Jangan disesali agar keindahannya bisa dirasakan”



“Orang yang mata batinnya baik akan bisa menerima kenyataan sebagai fakta & ia akan bahagia”




“Gunakan kata “Tolong” saat meminta bantuan untuk melatih rendah hati & menghargai”
“Jika meminta tolong jangan memaksa karena itu bukan kewajibannya, melainkan pilihannya”


“Siapa yang menabur kata akan menuai akibat yang baik, memberi berkah yang buruk membawa musibah”
“Lebih baik tidak bicara jika kata – kata dirasa berpotensi menyakiti atau mengubur mimpi pendengarnya”
“Orang sering berteriak ketika marah karena hatinya jauh dari orang yang dimarahinya”
“Jangan biarkan kesedihan memenuhi ruang hatimu karena kebahagiaan tidak mungkin bertamu”
“Dia itu baik, namun saat ditanya anda harus bicara karena penanya tidak bisa membaca pikiran anda!”

“Jangan membenci orang yang mengkritik. Ia adalah guru teori dan praktik sejati bila juga memberi solusi”


“Orang jujur itu hidupnya akan mujur dan makmur asalkan terus sabar dan tekun”


“Jauh berjalan banyak dilihat banyak bicara membawa banyak akibat”

“Orang sukses pasti punya mimpi. Karena mimpi itulah proposal kehidupan sebenarnya”

“Jangan khawatir. Masih ada harapan baru yang bisa dicapai. Bukankan hidup ini adalah perubahan”


“Jangan pernah merendahkan diri sendiri karena kita itu luar biasa”


“You play drama, you get karma. So be careful, try to be sincere in whatever you do“


“Steve jobs mati meninggalkan nama & karya. Setiap orang bisa menentukan ingin dikenal sebagai apa & siapa dengan perbuatannya”


“Ada yang beruntung ada pula yang belum. Ini masalah giliran saja. Sadarilah bahwa hidup ini tidak kekal”


“Jangan tangisi yang telah lalu agar kebahagiaan bisa bertamu”


“Sebagus – bagusnya kata orang lebih baik dengarkan kata hatimu karena di sana ada kebenaran sejati”


“Jangan membicarakan kejelekan orang lain karena yang jelek itu sesungguhnya adalah orang yang membicarakannya”


“Tabunglah kebajikan, kelak engkau sendiri yang akan menerima kebahagiaan”


“Jadikan keraguan orang lain sebagai vitamin untuk lebih cepat mencapai kesuksesan”


“Hati yang luka bisa diobati dengan memanfaatkan orang yang bersalah”

“Hati yang penuh syukur akan membuat hidup bahagia dan makmur”

“Untuk apa menabung kebencian yang akan memberikan penderitaan. Tabunglah kebajikan”


“Ketika membantu, lakukanlah dengan tulus agar bisa memberikan efek bahagia”


“Jika bisa membantu lakukanlah karena suatu hari kita juga membutuhkannya”


“Setiap orang ada bakatnya masing – masing. Kenali & kembangkanlah. Sukses sudah di depan mata”


“Memiliki hati yang tulus, walau tulus belum datang, jalan hidup sudah mulus mulus”


“Ucapkan hal yang membangun, bukan membingungkan”


“Dalam hidup pasti ada orang yang tidak suka kepada kita. Jangan berkecil hati karena kita lebih besar dari ketidaksukaan itu”


“Hidup ini indah, jangan disesali. Nikmati dengan penuh syukur”


“Hargai jasa orang yang pernah menolongmu. Sekecil apa pun, agar rezekimu semakin terbuka”


“Jangan pernah merasa tersusah di dunia karena masih ada yang lebih susah. Bersyukurlah”



“Patah hati yang terus dikenang akan membuatmu menderita lahir dan batin. Hentikan dan cerialah, dunia menunggu karyamu”


“Jangan suka berandai – andai. Berkaryalah agar semuanya menjadi nyata, bukan angan – angan semata”


“Untuk apa menyiksa diri dengan memikirkan yang sudah terjadi berulang kali”


“Pikirkanlah kebaikan orang yang anda benci, niscaya benci akan berubah menjadi kasih”


“Sekali tersakiti sampai mati akan terpatri di hati dan sulit untuk dieliminasi”


“Jika globalisasi & gombalisasasi memiliki persamaan sama – sama perlu di waspadai”


“Mengucapkan kalimat yang baik akan membuat pendengarnya makin bijak”


“Sepandai – pandainya orang, jika tidak beretika tidak akan ke mana – mana”


“Ikhlas itu bukan untuk diucapkan melainkan dipraktikkan tanpa mengharapkan balasan”


“Sahabat sejati akan menghiburmu di kala semua orang mencela dan menertawakanmu”


“Sahabat sejati akan selalu mengingatkanmu saat engkau lengah”


“Sahabat sejati akan menghapus kesalahanmu dan mengukir kebaikanmu di hatinya”

“Sahabat sejati tidak akan selalu setuju dengan pandanganmu”

“Jika ia mulai menghindar saat dimintai bantuan, ia mungkin sahabat palsu”


“Orang uyang bersamamu saat ditimpa kemalangan itulah sahabat sejati”


“Jika hati selalu riang, hal yang berat pun akan terasa ringan”


“Orang yang memiliki luka batin sulit untuk bahagia bila tidak mau mengobatinya”


“Jika tidak tahu jangan berlagak tahu, tanyalah agar pengetahuan bertambah”


“Orang yang sok tahu hanya akan menambah ketidaktahuannya”


“Orang minder tidak akan maju. Kuburlah dengan percaya bahwa setiap orang punya kelebihan masing – masing”


“Jangan minder dengan orang kaya, karena anda pasti memiliki sesuatu yang tidak dimilikinya”


“Jangan biarkan hati terus terluka karena ucapan orang yang tidak beretika. Lupakanlah! Anda berhak bahagia”


“Jangan memandang rendah orang lain hari ini karena siapa tahu ia menjadi atasamu suatu hari nanti”


“Jika tidak bisa menjadi orang yang pandai, minimal jadilah orang yang baik”


“Jangan sedih jika belum kaya, karena dengan gembira kekayaan akan segera tiba”


“Jangan mengatakan orang lain sebagai buruk jika diri sendiri belum baik”

“Jangan suka memaksa orang lain jika anda sendiri tidak suka dipaksa”

“Orang yang selalu memaksakan kehendaknya bukanlah orang baik. Ia otoriter”


“Jangan pernah menghina seseorang karena suatu hari anda akan membutuhkannya”


“Jangan berharap orang lain berubah jika kita sendiri masih tetap yang dulu”


“Tidak menyusahkan orang adalah angsuran untuk memudahkan hidup sendiri”


“Menyusahkan orang lain akan menyusahkan hidup sendiri kini & nanti”


“Jika belum bisa berbuat baik, minimal jangan menyusahkan orang lain”


“Memaafkan memang tidak mudah, namun jika tidak dilakoni hidup pasti menjadi susah”


“Jangan pernah merasa diri paling tahu agar benih kesombongan tidak tumbuh”


“Selagi muda banyaklah belajar agar saat berkomunikasi engkau menjadi bijak bestari”


“Lupakanlah kata – kata yang menyakitkan agar kita berhenti menyakiti diri berkali – kali”


“Orang yang selalu positif akan cepat sehat dari sakitnya, cepat pula mendapat berkat”


“Jangan sedih bila belum memiliki materi, sedihlah jika kekayaan hati belum dimiliki”


“Walau rezeki orang baik belum datang, bencana sudah menjauhinya”


“Dengan kacamata kita melihat dengan jelas. Dengan kaca hati kita bicara dengan pantas”

“Berbagi kebahagiaan akan menambah tabungan kebahagiaan sendiri secara menakjubkan”

“Kekayaan tidak menjamin kehidupan bahagia jika hartanya hanya digunakan untuk diri sendiri”


“Belajarlah berbahagia atas kebahagiaan orang lain agar anda bisa turut berbahagia”


“Berilah jawaban sesuai dnegan yang ditanyakan, bukan yang ingin anda pamerkan”


“Jangan sedih melihat keberhasilan orang lain. Giliran kita pun segera tiba bila daya, upaya dan doa mendukungnya”


“Jangan marah pada orang yang amrah karena api marah akan membakar keduanya”


“Membantu dengan tulus tidak akan bicara fulus apalagi disertai dengan akal bulus”


“Saat pikiran kalut, jangan buka mulut agar tidak menambah kemelut”


“Beribadah dengan khidmat perlu. Namun yang lebih penting adalah menjalankan nilai – nilainya”


“Endapkan emosi dengan menenangkan batin sambil berdoa semoga semua energi negatif dalam diri bisa diatasi”


“Jangan sedih bila sekarang masih dipandang sebelah mata. Buktikan bahwa anda layak mendapatkan kedua matanya”


“Orang yang suka memutarbalikkan fakta akan tersiksa selama fakta palsu itu terus berputar”


“Biasakan mengucapkan kata yang bisa menjadi tuntunan bukan tontonan atau tonjokkan”


“Kesalahan adalah hal biasa, malah harus disyukuri karena ada kesempatan untuk memperbaiki diri”

“Tanpa doa orangtua, perjalanan hidup sang putra kehidupan tidak akan lancar”

“Orang yang suka mengkritik anda tidak akan punya waktu untuk maju karena waktunya habis untuk mengkritik”


“Biarkan yang lalu menjadi kenangan. Jangan terus dipikirkan agar ada energi untuk maju ke masa depan”


“Hidup bukan untuk diratapi melainkan diisi dengan karya nyata agar hidup menjadi bahagia”


“Kata- kata buruk ibarat paku yang ditancap di pohon, walau sudah dicabut bekas itu tidak pernah pupus”


“Jangan pernah merasa diri paling rendah karena pasti masih ada yang lebih. Hargailah diri”


“Memperindah orang lain dengan hinaan sesungguhnya yang duluan terhina adalah diri sendiri”


sumber:








Menghadapilah apapun
Salam kities wenda dan 5 Sahabat ku!
Anak manusia dilahirkan ke dunia memiliki takdir hidup yang berbeda-beda. Ada sebagian anak yang mendapat perlakuan yang baik dari kedua orang tua. Tapi, ada juga anak yang selalu mendapat perlakuan yang buruk dari orang tua.
Menurut pengamatan saya, berikut ini beberapa contoh perilaku orang tua yang bisa menyakiti jiwa anak. Don’t Try This at Home!
  1. Orang tua yang tidak peduli dengan perasaan anak, yang mereka pentingkan adalah perasaan mereka sendiri. Orang tua cenderung memaksakan apa yang mereka inginkan terhadap anak. Sehingga, anak tidak dihargai sama sekali. Orang tua marah jika anak menyakiti perasaan orang tua. Tapi, mereka akan seenak saja bertindak dan berperilaku yang bisa menyakiti perasaan anak.
  2. Orang tua yang berkata kasar terhadap anak-anak, ditandai dengan orang tua yang sering mengumpat dan mencaci di depan anak-anak mereka. Bahkan, terkadang orang tua sering menyalahkan apa yang dilakukan anak tanpa menjelaskan dimana letak kesalahan anak. Pokoknya, jika apa yang dilakukan dan apa yang diinginkan anak tidak sesuai dengan keinginan orang tua maka si anak langsung akan dimarahi dan dicaci bahkan dihina. Mereka tidak bisa menasehati anak dengan cara baik-baik.
  3. Orang tua yang sering bicara kasar biasanya disertai dengan kekerasan secara fisik. Jika si anak bertindak yang tidak sesuai dengan pandangan orang tua maka si anak bisa saja disiksa seperti dilempar helm, dilempar gembok pintu gerbang, dipukul dengan sapu dan lain-lain
  4. Orang tua mementingkan perasaan mereka sendiri biasanya juga mereka tidak peduli dengan anak. Seperti misalnya, orang tua tidak peduli dengan nilai sekolah, orang tua tidak peduli dengan kegiatan anak, orang tua tidak peduli dengan prestasi anak, orang tua tidak peduli dengan kebutuhan anak. Yang mereka pikirkan hanyalah kebutuhan mereka sendiri. Ini termasuk dalam tipe orang tua egois.
  5. Orang tua yang bersikap memusuhi anak, orang tua merasa mereka berhak atas hidup anak. Jadi, ketika anak bertingkah tidak sesuai dengan keinginan orang tua maka anak tersebut akan dimusuhi. Setiap anak ingin mengeluarkan pendapat maka orang tua akan langsung menanggapinya dengan amarah dan sikap bermusuhan. Kata andalah mereka adalah, “Kamu ini hidup dibiayai orang tua dan masih ikut orang tua tapi kamu selalu menentang orang tua.”. Padahal anak menentang bukan tanpa alasan, mungkin mereka ingin menyuarakan kata hati mereka supaya orang tua lebih bisa memperhatikannya.
  6. Orang tua yang mengandalkan uang dalam membesarkan anaknya. Memang, orang tua sibuk mencari uang untuk biaya keluarga. Akan tetapi, orang tua sering menggunakan kekuasaan uangnya untuk menguasai anak. Mereka akan mengungkit-ungkit biaya dan uang yang telah mereka keluarkan untuk membiayai anak di depan anak tatkala anak melakukan hal yang tidak disukai orang tua.
  7. Orang tua yang membiarkan anaknya hidup dengan dirinya sendiri. Dalam hal ini, orang tua tidak peduli dengan anak. Mereka tidak tahu apa yang dibutuhkan anak sehingga anak berjalan di jalannya sendiri tanpa bimbingan dari orang tua. Anak hidup dengan pemikiran sendiri, anak mengambil keputusan sendiri, anak harus menghadapi masalahnya sendiri. Memang cara ini bisa membuat anak menjadi mandiri sekaligus merasa kesepian.
  8. Orang tua yang sibuk bekerja dan sibuk dengan bisnis dan urusan sendiri sehingga mereka mengabaikan anak-anaknya. Anak tidak hanya butuh uang untuk dibesarkan, tapi perhatian dari orang tua sangat dibutuhkan anak.
  9. Kedua Orang tua yang sering bertengkar dihadapan anak juga bisa berdampak buruk bagi anak. Apalagi pertengkaran itu berakhir dengan kekerasan yang juga melibatkan anak. Anak dijadikan pelampiasan emosi kedua orang tua, padahal anak tidak tahu apa-apa.
Lalu, apa yang biasanya dilakukan anak yang hidupnya tersakiti oleh orang tua?
  1. Ada beberapa anak yang mengungkapkan rasa berontaknya dengan melakukan hal negatif, mereka melakukan apa yang ia suka tapi kelakuan itu cenderung berdampak merugikan diri sendiri, mereka cenderung akan menyakiti dirinya sendiri tanpa ia tahu. Misalnya mereka akan menjadi anak yang bandel, berbuat kejahatan, suka berkelahi, suka minum-minuman keras, suka menghamburkan uang tanpa alasan yang jelas, bahkan yang paling parah mereka bisa membunuh dirinya sendiri.
  2. Ada beberapa anak yang memilih bersikap tidak peduli dan santai-santai saja. Mereka bersikap masa bodoh dan cuek. Mereka juga tidak peduli dengan apa yang dilakukan orang tua terhadapnya. Pokoknya anak jenis ini akhirnya tidak memiliki rasa kepedulian karena anak ini meniru apa yang telah diajarkan oleh orang tuanya. Orang tua yang tidak peduli dengan anak-anaknya. Maka si anak juga menjadi tidak peduli dengan orang tua.
  3. Ada sebagian anak yang berhati mulia, walau mereka telah disakiti oleh orang tua. Mereka tetap patuh kepada orang tua. Mereka selalu mengikuti keinginan orang tua. Mereka dengan ikhlas menerima perlakuan orang tua terhadap mereka.
  4. Ada sebagian anak juga bersikap memberontak. Tapi, dalam hal ini, mereka memberontak secara positif. Akibat kurangnya rasa kepedulian orang tua terhadap anak, maka anak dengan jenis ini akan selalu melakukan apa yang ia suka akan tetapi apa yang ia suka itu harus berdampak positif bagi dirinya sendiri. Jenis anak ini akan menunjukkan jika ia mampu menjadi anak baik walau segala apa yang ia lakukan tidak pernah berkenan di hati orang tua. Walaupun apa yang ia lakukan tak pernah dihargai, anak ini akan terus membuktikan jika ia bisa hidup di jalannya sendiri. Akan tetapi, biasanya anak ini memiliki prinsip hidup yang kuat.  Ia akan menentang orang tua jika orang tua tidak sepaham dengan prinsip hidupnya. Pada intinya, jenis anak ini menjalani hidupnya sesuai dengan prinsip hidupnya sendiri. Jenis anak ini akan melakukan apa yang ia suka asalkan apa yang ia suka itu berdampak baik bagi hidupnya dan tidak merugikan orang lain.
Sebagai anak, kita dituntut untuk selalu berbakti kepada orang tua. Jika kita melawan orang tua sedikit saja maka kita akan mendapat dosa. Akan tetapi, anak juga butuh sekali diperlakukan dan dididik dengan baik supaya jiwa anak tidak terganggu dan tersakiti. Buatlah anak merasa nyaman dan aman hidup di dunia ini.
Oleh karena itu, sebelum anda memutuskan untuk memiliki anak. Pikirkanlah cara mendidik dan mengasuh anak dengan baik. Jangan sakiti hati anak jika anda tidak ingin disakiti oleh anak. Kelak jika orang tua sudah sangat renta, maka orang tua butuh anak untuk bisa merawat orang tua di hari senjanya. Oleh karena itu perlakukan anak anda dengan sebaik-baiknya.

Bagi anak-anak yang telah tersakiti oleh perilaku orang tua. Tetaplah doakan kedua orang tua kita. Karena pintu surga akan terbuka bagi anak-anak yang selalu mendoakan orang tuanya. Jangan pernah menyakiti diri sendiri dan sayangilah diri kita sendiri.

Sekian dan terimakasih.